Anakku Nabila Nur Zahra
Alhamdulillah, tiada kata syukur yang mampu diucapkan atas nikmat Alloh yang terindah ini. Pada tanggal 30 Agustus 2006 tepatnya pukul 21.30 WIB Alloh telah menganugerahi pasangan kami seorang Putri yang cantik dan sehat, subhanallah.
Genap 9 bulan istriku mengandung calon anakku itu dengan sabar dan telaten, disamping kegiatan hariannya sebagai seorang dosen yang harus menguras tenaga dan pikiran. Terimakasih istriku, engkau adalah anugerah Alloh terindah yang tiada dapat digantikan dengan harta apapun didunia ini. Setahun sudah kita bersama mengharungi bahtera rumah tangga dengan segala kekurangan dan keterbatasan. Tapi engkau tetap tabah dan pengertian serta tetap berusaha memberikan support kepada suami.
Sekarang Nabila Nur Zahra telah hadir kedunia ini. begitu nama yang kusandangkan untuknya. semoga ia kelak menjadi anak yang ” Mulia dengan Kecerdasannya, Memberikan Cahaya Pengetahuannya untuk ummat, dan seindah Bunga yang sedang mekar dipagi hari “, amin ya rabbal ‘alamin. Ia dilahirkan normal dengan bobot 2,9 Kg dan panjang 49 cm. ini sudah memasuki 19 hari dari kelahirannya dan hasil checkup terakhir bobotnya sudah nambah lagi menjadi 3,3 Kg dan panjang 51 cm.
Amanah baru sudah dipundak, tugas seorang kepala keluarga untuk bisa membawa putrinya menjadi anak yang sholehah, taat kepada Alloh dan Rasulnya, berbakti kepada orangtuanya, dan memberi manfaat kepada orang lain dengan kehadirannya. Ini tugas mulia untuk bisa membesarkannya sesuai dengan tuntunan islam.
Selamat datang anakku, engkau telah hadir kedunia diakhir zaman ini, segala macam fitnah telah menghancurkan kebenaran dan menetapkan kebathilan menjadi yang haq. Engkau hadir disaat ummat ini sedang terpecah belah, agamamu dikotori oleh pemikiran-pemikiran yang rancu, islam sedang difitnah oleh bangsa yang tidak mendapatkan ridho dari Alloh SWT. Harapan ayahmu, kelak engkau yang akan memancarkan cahaya kebenaran itu, menghapus yang abu-abu menjadi putih kemilau. Memang terlalu muluk cita-cita ditengah ketertindasan ini. Tapi kita harus punya impian untuk bisa menang dan menjadi jaya seperti pada masa Rasulullah SAW dan para shahabat serta khalifah.
Ini blog ayahmu, semoga kelak besar engkau bisa membuat blog sendiri dan mengisinya dengan pemikiran-pemikiranmu. Sharing pengetahuanmu kepada semua orang agar orang lain tercerahkan dengan pengetahuanmu.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Assalamu’alaikum…
barokallah dh jd abi nih…
untuk nabila : –>
#include
#include
#include
main(void)
{
salamdrkami:
init uart();
uart_puts(”salam dr ammi&ammah buat nabila”\n);
uart_putc(\r)
goto salamdrkami
}
duh masih kecil dah imut2. awas ya kalau dah gede hehehehehe….
jangan lupa minum cucu ya ![]()
Selamat ya boss….
[...] tapi sang jabang bayi belum berkenan ingin keluar cepat. Seminggu sebelum kelahirannya, Kakaknya Nabila Nur Zahra dan Masnya Nabil Luqman Yadika Akbar harus menginap di rumah sakit yang sama selama 6 hari karena [...]



printf (”Hello, Nabila”);
exit 0;